0 Comments

penyakit Alzheimer dan demensia vaskular termasuk jenis demensia yang sering terjadi. akan tetapi penyebabnya masih belum diketahui, namun perubahan genetik yang diturunkan dari orang tua memiliki faktor terbesar untuk dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Selain faktor genetik, kelainan protein dalam otak juga diduga dapat merusak sel saraf sehat dalam otak tersebut. Sedangkan demensia vaskular, adalah jenis demensia yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah di otak. Stroke berulang merupakan penyebab tersering dari demensia jenis ini. Perlu kamu ketahui, bahwasanya penyakit demensia berbeda dengan pikun. Pikun adalah perubahan kemampuan berpikir dan mengingat yang sering dialami dengan bertambahnya usia. Perubahan tersebut dapat memengaruhi daya ingat, namun tidak signifikan dan tidak menyebabkan seseorang bergantung pada orang lain. Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.[1] “dilansir dari laman Hellosehat” Seiring bertambahnya usia seseorang akan mengalami gejala demensia di tahap akhir biasanya dapat semakin memburuk. Namun, mengalami masalah bukan selalu pertanda demensia. Sebab bisa saja yang kita alami hanyalah penurunan daya ingat biasa yang pada umumnya terjadi. Berikut ketahui apa saja tanda-tanda dan gejala umum demensia yang meliputi perubahan pada psikologis dan kognitif, diantaranya adalah:

  1. Gejala terkait dengan perubahan psikologis
  • Perubahan perilaku, kepribadian, dan mood yang kerap terjadi secara tiba-tiba adalah salah satu gejala dari penyakit tersebut. selain berpengaruh pada aktifitas kita yang terganggu tanpa kita sadari ternyata dapat berpengaruh khususnya penyakit demensia itu sendiri.
  • Mengalami depresi, gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Dan hal seperti itu sudah normal terjadi pada setiap orang.
  • Kehilangan inisiatif atau apatis pada hal apa pun, termasuk pada kegiatan yang sebelumnya pernah ditekuni
  • Mengalami halusinasi

terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indra. Kualitas dari persepsi itu dirasakan oleh penderita sangat jelas, substansial dan berasal dari luar ruang nyatanya. Definisi ini dapat membedakan halusinasi dengan mimpi, berkhayal, ilusi dan pseudohalusinasi (tidak sama dengan persepsi sesungguhnya, tetapi tidak dalam keadaan terkendali).

  • Kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini dapat dirasakan ketika setiap ingin melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sangat bimbang atau merasa takut.
  1. Gejala terkait perubahan kognitif
  • Sering lupa dan salah saat meletakkan suatu benda. lupa terhadap hal-hal yang baru saja dilakukan. Entah lupa menaruh kunci maupun meletakkan pulpen. Hal tersebut terlihat sepele tapi Anda perlu berhati-hati. Menurut dokter spesialis kedokteran jiwa Tribowo Tuahta Ginting, tanda seringkali lupa bisa berpotensi pada penyakit demensia atau kondisi penurunan daya ingat dan cara berpikir.
  • Kehilangan ingatan bisa disebut juga dengan amnesia, yaitu kondisi di mana seseorang kesulitan mengingat fakta atau pengalaman masa lalu. Penderita hilang ingatan juga dapat mengalami kesulitan dalam membentuk ingatan baru.
  • Mengalami disorientasi atau kebingungan akan waktu dan tempat. Kesadaran merupakan suatu kondisi ketika seseorang dapat memberikan respons yang sesuai terhadap lingkungan dan orang sekitar. Kesadaran juga ditandai dengan mengertinya seseorang terhadap tempat dia berada, siapa dirinya, di mana dia tinggal, dan waktu saat itu.
  • Kesulitan berbahasa, berkomunikasi dengan orang lain, dan melakukan kegiatan sehari-hari
  • Kesulitan dalam berpikir dan mencerna informasi. kesulitan berpikir, memusatkan perhatian, membuat keputusan, menggunakan nalar, membuat rencana dan belajar merupakan yang sering terjadi sebagai hasil komplikasi stroke.

Sumber: Alodokter.com

[1] Sumber referensi Alodokter.com